Etika Berinteraksi dengan Difabel Fisik

UU No 8 Tahun 2016 menerangkan bahwa penyandang disabilitas fisik adalah terganggunya fungsi gerak antara lain amputasi, lumpuh layuh atau kaku, paraplegi, cerebral palsy (CP), akibat stroke, akibat kusta, dan orang kecil.  Adapun beberapa etika saat berinteraksi dengan difabel fisik yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

Etika Pendampingan di Jalan

Tanyakan terlebih dahulu apakah difabel fisik memerlukan bantuan atau tidak. Memberikan bagian tubuh seperti tangan, pundak, atau lengan sebagai pegangan. Posisikan difabel fisik disebelah sisi yang aman dan nyaman serta hindari jalan yang berbatu, berpasir atau tidak rata, permukaan yang turun naik  dan licin.

Etika Pendampingan di dalam Ruangan;

Upayakan mengarahkan Disabilitas Fisik melalui fasilitas yg landai atau alat angkut elektronik (lift). Menghindari permukaan lantai yg licin atau tidak rata. Membantu pengguna kursi roda jika lantai menggunakan karpet yg tebal. Jika menaiki atau menuruni tangga perlu ada pegangan di tangga. Upayakan menempatkan atau menyediakan tempat duduk atau ruang yang mudah bagi Penyandang Disabilitas Fisik untuk melakukan manuver posisi. Mengarahkan Disabilitas Fisik kepada fasilitas-fasilitas yg aksesible atau yg bertanda kursi roda. Menunjukkan toilet duduk bagi Penyandang Disabilitas Fisik bukan toilet jongkok

Etika Pendampingan dalam Kendaraan;

Mengupayakan fasilitas parkir bagi kendaraan modifikasi disabilitas di lokasi yang dekat dengan pintu utama atau pintu masuk lainnya. Mengarahkan Disabilitas Fisik mendekati atau beada dekat dengan fasilitas yg aksesibel  di dalam bus, kereta api, dll

Etika Pendampingan Kepada Pengguna Kursi Roda Saat berbicara dengan Pengguna Kursi Roda

Posisi mata kita harus sejajar dengan mata pengguna kursi roda. Menempatkan posisi duduk pengguna kursi roda dekat dengan pintu keluar pada saat mengikuti acara pertemuan, meeting, dan lain-lain. Menyediakan ruang gerak cukup luas yg dapat memanuver kursi roda. Bila menuruni bidang miring, pastikan posisi kursi roda dalam posisi mundur dan pendamping di posisi belakang kursi roda. Bila pengguna kursi roda ingin berpindah tempat duduk, jagalah posisi belakang kursi yg dituju. Untuk melewati hambatan-hambatan di depan seperti tanggul atau got injak bagian belakang kursi roda, tekan pegangan belakang kursi roda agar bagian depan sedikit terangkat dan pendamping selalu menjaga dengan posisi di bagian belakang. Ajaklah pengguna kursi roda untuk memilih makanannya sendiri dalam pertemuan-pertemuan dan bantulah mereka untuk mengambilkan makanannya.

Referensi: Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Kemsos RI, Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *